top of page

Menjemput Berkah di Madrasah Utama: Ibu-Ibu Kemisan Al-Islamiyyah Kupas Rahasia Ketaatan dan Bahaya Penyakit Hati


Oleh : Muhammad A. Basith

CIKALONGWETAN – Suasana Madrasah Utama Pesantren Karanganyar tampak lebih teduh pada Kamis siang, 12 Februari 2026. Ratusan ibu-ibu dari berbagai penjuru berkumpul dengan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan rutin "Pengajian Kemisan" yang menjadi wadah silaturahmi sekaligus tholabul ilmi (mencari ilmu).


Acara yang berlangsung khidmat ini diisi dengan rangkaian ibadah, mulai dari tadarus Al-Qur'an hingga bedah kitab hidayatuthalibin.


Info PSB : Klik DISINI


Lantunan Ayat Suci dan Kajian Kitab Hidayatuthalibin

Kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur'an yang dipimpin langsung oleh Ibu Hj. Han Han Hasbiyani Ridwan. Suara merdu jamaah yang mengikuti bacaan beliau menciptakan suasana yang tenang di dalam madrasah.


Setelah tadarus, acara dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Hidayatuthalibin yang dipandu oleh Ibu Hj. Irma Mukmilah R. Para jamaah tampak menyimak dengan teliti setiap penjelasan mengenai etika, metode, dan adab menuntut ilmu yang dibacakan dari kitab tersebut.


Pesan Mendalam K.H. Mohamad Satiri Wahab: Tiga Akar Taat dan Maksiat

Puncak acara yang dinanti adalah tausiyah dari K.H. Mohamad Satiri Wahab. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas ayat Al-Qur'an mengenai sumber perilaku manusia. Beliau menjelaskan bahwa ketaatan dan kedurhakaan masing-masing memiliki tiga sumber utama.


3 Sumber Ketaatan kepada Allah:

  • Khauf (Rasa Takut): Takut akan murka Allah sehingga kita terjaga dari dosa.

  • Raja' (Harapan): Selalu berharap pada rahmat dan ampunan Allah dalam setiap doa.

  • Hub (Cinta): Melakukan ibadah bukan karena terpaksa, melainkan karena cinta yang tulus kepada Sang Pencipta.


3 Sumber Kedurhakaan (Penyakit Hati): Sebaliknya, beliau mengingatkan agar ibu-ibu waspada terhadap tiga akar dosa yang sering merusak amal, yaitu:

  • Takabur (Merasa diri besar).

  • Sombong (Menolak kebenaran dan meremehkan orang lain).

  • Hasad (Iri hati terhadap kenikmatan orang lain).


Semangat Kebersamaan

Pengajian yang berakhir sebelum waktu ashar ini meninggalkan kesan mendalam bagi para jamaah. Meski dilaksanakan di tengah kesibukan rumah tangga, kehadiran ibu-ibu di Madrasah Utama Pesantren Karanganyar ini membuktikan bahwa semangat menuntut ilmu tidak pernah luntur.


Kegiatan rutin ini diharapkan terus menjadi "oase" bagi warga sekitar untuk memperdalam pemahaman agama dan mempererat tali persaudaraan antar sesama warga pesantren dan masyarakat luas.


 
 
 

Comments


© 2026 by Pesantren Karanganyar

FOLLOW US
  • gmail
  • wa
  • Instagram
  • TikTok
bottom of page